Internasional
Beranda » Berita » Sekretaris Jenderal ASEAN Gelar Rapat Khusus ASEAN Economic Community Council via Videoconference untuk Hadapi Tantangan Global

Sekretaris Jenderal ASEAN Gelar Rapat Khusus ASEAN Economic Community Council via Videoconference untuk Hadapi Tantangan Global

Sekretaris Jenderal ASEAN Gelar Rapat Khusus ASEAN Economic Community Council via Videoconference untuk Hadapi Tantangan Global
Sekretaris Jenderal ASEAN Gelar Rapat Khusus ASEAN Economic Community Council via Videoconference untuk Hadapi Tantangan Global

Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Jakarta, 30 April 2026 – Sekretaris Jenderal ASEAN memimpin rapat khusus ASEAN Economic Community Council (AECC) secara virtual pada hari ini untuk membahas tantangan global yang mengancam stabilitas ekonomi dan sosial di kawasan. Pertemuan yang dilaksanakan via videoconference ini menegaskan komitmen ASEAN dalam memperkuat ketahanan regional melalui kerjasama ekonomi yang lebih terintegrasi.

Rapat khusus ini dihadiri oleh perwakilan tinggi masing‑masing negara anggota ASEAN, termasuk menteri perdagangan, koordinator ekonomi, serta pejabat senior lembaga terkait. Agenda utama berfokus pada identifikasi risiko eksternal—seperti fluktuasi harga energi, gangguan rantai pasokan, dan perubahan iklim—serta upaya kolektif untuk menanggulanginya melalui mekanisme koordinasi yang lebih responsif.

Baca juga:

“ASEAN Secretary-General Attends Special Meeting of the ASEAN Economic Community Council to Address Global Challenges and Safeguard Regional Resilience, via videoconference” menjadi inti pesan yang disampaikan, menegaskan bahwa kerja sama lintas‑sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia.

Selama rapat, Sekretaris Jenderal menekankan pentingnya memperkuat jaringan perdagangan intra‑ASEAN, meningkatkan digitalisasi pasar, serta memperluas akses pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Ia menambahkan bahwa upaya diversifikasi sumber energi dan investasi pada teknologi hijau harus dipercepat untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Baca juga:

Data terbaru menunjukkan bahwa nilai perdagangan intra‑ASEAN mencapai US$ 1,1 triliun pada tahun 2025, mencerminkan pertumbuhan 7,5 % dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan potensi ekonomi kawasan, namun sekaligus menggarisbawahi perlunya kebijakan yang adaptif terhadap guncangan eksternal.

Para peserta rapat sepakat untuk menyusun rencana aksi jangka pendek yang mencakup: (1) pembentukan platform koordinasi darurat untuk mengatasi gangguan rantai pasokan; (2) penguatan mekanisme pemantauan harga komoditas penting; serta (3) peningkatan program pelatihan digital bagi UKM. Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca‑pandemi dan meningkatkan daya tahan terhadap krisis di masa mendatang.

Baca juga:

Selain itu, pertemuan ini menyoroti perlunya peningkatan solidaritas dalam bidang kesehatan publik, mengingat masih adanya ancaman varian virus baru. ASEAN Economic Community Council akan mengusulkan kebijakan bersama untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan serta memperluas akses vaksin di seluruh negara anggota.

Rapat khusus ini berakhir dengan komitmen semua pihak untuk menyampaikan laporan kemajuan kepada Sekretariat ASEAN pada pertemuan berikutnya, yang dijadwalkan pada kuartal ketiga 2026. Diharapkan hasil diskusi ini dapat menjadi landasan bagi kebijakan regional yang lebih tangguh dan inklusif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *