Media Pendidikan – 29 April 2026 | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan normalisasi dua sungai utama di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai persiapan menyambut forum internasional yang akan diselenggarakan dalam beberapa minggu ke depan. Proyek ini dimulai pada akhir April 2026 dan diharapkan selesai sebelum acara besar tersebut, guna memastikan kondisi lingkungan dan infrastruktur kota tetap optimal.
Sungai-sungai yang dipilih untuk dinormalisasi merupakan aliran penting yang melintasi pusat kota. Kedua sungai tersebut sempat mengalami penumpukan sampah dan sedimentasi yang dapat mengganggu aliran air serta menimbulkan bau tak sedap. PU menugaskan tim teknis untuk membersihkan, menghilangkan endapan, serta melakukan perbaikan tepi sungai sehingga aliran menjadi lancar dan tampilan lebih rapi.
“Normalisasi ini penting untuk kelancaran forum internasional dan menjaga kebersihan kota,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kendari dalam konferensi pers singkat di kantor dinas. Ia menegaskan bahwa upaya pembersihan tidak hanya bersifat sementara, melainkan bagian dari program jangka panjang untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Tim lapangan PU bekerja dalam tiga shift, memanfaatkan alat mekanik modern serta tenaga kerja lokal. Proses mencakup penarikan sampah, pengerukan lumpur, dan pemasangan batu penahan pada tepi sungai untuk mencegah erosi. Seluruh kegiatan diawasi oleh unit pengendalian kualitas yang memastikan standar kebersihan dan keamanan terpenuhi.
Data resmi menunjukkan bahwa total volume sampah yang berhasil diangkat mencapai lebih dari 2.500 meter kubik, sementara volume lumpur yang digali hampir 1.200 meter kubik. Kedua angka ini mencerminkan skala kerja yang signifikan mengingat keterbatasan waktu menjelang acara internasional.
Selain aspek kebersihan, normalisasi sungai juga diharapkan meningkatkan mobilitas warga. Dengan aliran yang lebih lancar, risiko banjir kecil dapat diminimalisir, sehingga jalan-jalan di sekitar daerah aliran sungai tetap dapat dilalui kendaraan umum maupun pribadi. Hal ini penting mengingat forum internasional akan mendatangkan ribuan delegasi dari berbagai negara.
Pihak PU juga berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata, untuk menyusun program pemeliharaan pasca-normalisasi. Rencana tersebut mencakup pemantauan kualitas air secara berkala dan penegakan aturan pembuangan sampah di sekitar sungai.
Dengan selesainya tahap awal normalisasi, harapan pemerintah daerah dan PU adalah kota Kendari dapat menampilkan citra bersih dan teratur di mata dunia internasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Sulawesi Tenggara dalam mengelola sumber daya air dan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan.


Komentar