Daerah
Beranda » Berita » Emas Ilegal Seberat 1,3 Kg Tertangkap di Bandara Gorontalo, Dua Penumpang Dicek Avsec

Emas Ilegal Seberat 1,3 Kg Tertangkap di Bandara Gorontalo, Dua Penumpang Dicek Avsec

Emas Ilegal Seberat 1,3 Kg Tertangkap di Bandara Gorontalo, Dua Penumpang Dicek Avsec
Emas Ilegal Seberat 1,3 Kg Tertangkap di Bandara Gorontalo, Dua Penumpang Dicek Avsec

Media Pendidikan – 29 April 2026 | Petugas Keamanan Penerbangan (Avsec) Bandara Djalaluddin Gorontalo berhasil menghentikan upaya penyelundupan emas dan perhiasan ketika dua penumpang pesawat diperiksa secara rutin. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan logam mulia seberat 1,3 kilogram serta sejumlah perhiasan yang belum memiliki dokumen resmi.

Insiden terjadi pada saat prosedur keamanan standar dijalankan sebelum proses boarding. Tim Avsec mengidentifikasi paket-paket mencurigakan yang dibawa dalam bagasi kabin. Setelah dilakukan pembongkaran, petugas menemukan emas mentah yang dibungkus rapat bersama beberapa perhiasan berharga, yang secara keseluruhan diperkirakan mencapai puluhan buah.

Baca juga:

“Kami menemukan lebih dari satu kilogram emas yang tidak memiliki izin resmi, serta sejumlah perhiasan yang tampak disembunyikan,” ujar Kepala Unit Avsec Bandara Gorontalo, Budi Santoso, saat memberikan keterangan kepada media. “Setiap barang bernilai tinggi wajib dilaporkan dan memperoleh surat izin khusus sebelum dibawa masuk wilayah bandara.”

Berat emas yang disita, sebesar 1,3 kilogram, setara dengan nilai pasar yang cukup besar, mengingat harga emas per gram yang terus mengalami fluktuasi. Meskipun tidak disebutkan nilai pasti, kehadiran emas dalam jumlah tersebut menandakan upaya komersial yang terorganisir. Puluhan perhiasan yang juga ditemukan menambah kompleksitas kasus, mengingat masing‑masing barang tersebut dapat memiliki nilai yang signifikan tergantung pada bahan dan desain.

Baca juga:

Pihak berwenang kini melanjutkan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi sumber dan tujuan pengiriman barang-barang tersebut. Kedua penumpang yang terlibat telah ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, sementara emas dan perhiasan disita dan akan diproses sesuai prosedur kepabeanan. Kasus ini juga memicu peningkatan kewaspadaan di bandara‑bandara lain, mengingat potensi penyelundupan barang berharga melalui jalur udara masih menjadi tantangan utama bagi otoritas keamanan.

Keberhasilan intervensi Avsec di Gorontalo mencerminkan pentingnya penerapan prosedur pemeriksaan yang ketat serta koordinasi antara unit keamanan bandara dan otoritas bea cukai. Kasus ini diharapkan menjadi contoh bagi bandara lain dalam memperkuat sistem pencegahan penyelundupan, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum terkait perdagangan logam mulia.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *