Nasional
Beranda » Berita » Dramatis! Basarnas Potong Badan KRL, 6-7 Penumpang Terjepit di Gerbong Perempuan

Dramatis! Basarnas Potong Badan KRL, 6-7 Penumpang Terjepit di Gerbong Perempuan

Dramatis! Basarnas Potong Badan KRL, 6-7 Penumpang Terjepit di Gerbong Perempuan
Dramatis! Basarnas Potong Badan KRL, 6-7 Penumpang Terjepit di Gerbong Perempuan

Media Pendidikan – 28 April 2026 | Basarnas melakukan pemotongan pada badan Kereta Rel Listrik (KRL) setelah terjadi tabrakan dengan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek, mengevakuasi enam hingga tujuh korban yang terjepit di gerbong khusus perempuan. Insiden ini memicu operasi penyelamatan darurat yang berlangsung selama beberapa jam.

Kecelakaan ini terjadi ketika KRL yang melaju pada jalur utama menabrak Argo Bromo Anggrek yang sedang berada di lintasan berlawanan. Benturan menyebabkan bagian depan KRL melorot dan menempel pada gerbong perempuan, menahan penumpang di dalamnya. Data resmi menyebutkan bahwa kereta KRL mengalami kerusakan struktural pada bagian badan utama, sedangkan Argo Bromo Anggrek mengalami kerusakan ringan pada bogie depan.

Baca juga:

Tim Basarnas yang dikerahkan terdiri dari lima unit penyelamat, masing-masing dilengkapi dengan alat pemotong, lampu sorot, dan perlengkapan medis. Selama proses pemotongan, petugas berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan PT KAI untuk memastikan keamanan area sekitar. Hingga saat ini, enam korban berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara satu korban diperkirakan masih dalam proses penanganan karena kondisi cedera yang lebih serius.

Sejumlah saksi mata melaporkan suasana panik di platform ketika kereta berhenti mendadak. “Kami mendengar suara keras, lalu terlihat kereta KRL terhenti dan ada asap kecil dari bagian depan,” ujar seorang penumpang yang berada di stasiun terdekat. Kejadian ini menambah catatan panjang kecelakaan kereta di wilayah tersebut, meski pihak berwenang belum mengumumkan penyebab pasti tabrakan.

Baca juga:

Dalam laporan sementara, Basarnas menegaskan bahwa operasi pemotongan berlangsung sesuai prosedur standar keselamatan. Semua peralatan yang digunakan telah disertifikasi, dan tim medis siap memberikan pertolongan pertama pada korban yang mengalami luka ringan hingga sedang. Penanganan lanjutan meliputi transportasi korban ke rumah sakit terdekat untuk evaluasi lebih mendalam.

Pihak kereta api berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap sistem sinyal dan prosedur operasional guna mencegah terulangnya insiden serupa. Sementara itu, layanan KRL sementara dihentikan di rute terdampak, dan penumpang diarahkan ke alternatif transportasi umum.

Baca juga:

Dengan selesainya proses evakuasi, fokus kini beralih pada penyelidikan penyebab utama tabrakan serta perbaikan infrastruktur yang rusak. Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas respons cepat dalam menghadapi situasi darurat di sektor transportasi massal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *