Ekonomi
Beranda » Berita » Gerakan Dapur Indonesia Perluas Usaha ke Tiongkok, Kunjungan Kerja Delapan Hari

Gerakan Dapur Indonesia Perluas Usaha ke Tiongkok, Kunjungan Kerja Delapan Hari

Gerakan Dapur Indonesia Perluas Usaha ke Tiongkok, Kunjungan Kerja Delapan Hari
Gerakan Dapur Indonesia Perluas Usaha ke Tiongkok, Kunjungan Kerja Delapan Hari

Media Pendidikan – 27 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – Ketua Umum Yayasan Gerakan Dapur Indonesia sekaligus Ketua Yayasan Salman Peduli Berkarya, Nofalia Heikal Safar, bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Garuda Biru Indonesia, Heikal Safar, melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok selama delapan hari. Tujuan utama perjalanan ini adalah menyiapkan langkah konkret dalam rangka memperluas jaringan bisnis kuliner Indonesia ke pasar Asia Timur.

Kunjungan dimulai pada awal pekan dengan agenda pertemuan bersama pejabat lokal, asosiasi restoran, dan investor potensial di Beijing serta Shanghai. Selama sesi dialog, pihak Yayasan menyoroti keunikan masakan tradisional Indonesia serta potensi produk olahan makanan yang dapat menembus selera konsumen Tiongkok yang semakin terbuka pada ragam cita rasa internasional.

Baca juga:

“Ketua Umum Yayasan Gerakan Dapur Indonesia dan Yayasan Salman Peduli Berkarya Nofalia Heikal Safar melakukan perjalanan kunjungan kerja ke Tiongkok selama delapan hari,” tercatat dalam rilis resmi JPNN.com. Pernyataan tersebut menegaskan keseriusan kedua organisasi dalam menyiapkan fondasi kerjasama jangka panjang, termasuk pelatihan chef Indonesia, pertukaran teknologi produksi, dan pembukaan gerai percobaan di kota-kota besar Tiongkok.

Data yang dihimpun selama kunjungan menunjukkan bahwa pasar makanan Asia Timur diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,5 % per tahun hingga 2030. Selain itu, survei lokal mengindikasikan minat konsumen terhadap rasa pedas manis serta bahan baku organik, dua hal yang menjadi keunggulan produk-produk yang dikelola oleh Gerakan Dapur Indonesia. Dengan mengadaptasi resep tradisional menjadi versi yang lebih sesuai selera pasar Tiongkok, yayasan berharap dapat meraih pangsa pasar yang signifikan.

Baca juga:

Selama berada di Shanghai, tim Yayasan turut mengunjungi pusat distribusi bahan makanan dan fasilitas produksi bersertifikat HACCP. Pengalaman lapangan ini dimaksudkan untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat, sesuai regulasi Tiongkok. Kedua pihak sepakat untuk mengadakan program sertifikasi bersama, yang akan mempercepat proses masuknya produk Indonesia ke rantai pasokan ritel besar.

Menutup kunjungan, Nofalia Heikal Safar menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan mitra lokal, serta meluncurkan pilot project gerai makanan Indonesia di kawasan pusat perbelanjaan strategis. Jika berhasil, ekspansi ini diharapkan menjadi contoh bagi organisasi non‑profit lain yang ingin mengintegrasikan agenda sosial dengan peluang bisnis internasional.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *