Media Pendidikan – 25 April 2026 | Andi Amran Sulaiman mengakhiri masa kepemimpinannya selama empat tahun di Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) dengan menegaskan gaya kepemimpinan AAS yang tidak bertele-tele dan berorientasi pada tindakan.
Sejak dilantik pada tahun 2022, Sulaiman memfokuskan upaya pada penyederhanaan proses birokrasi internal, mempercepat pelaksanaan program alumni, serta meningkatkan sinergi antara alumni dan universitas. Di bawah kepemimpinannya, IKA Unhas melakukan penataan kembali struktur kepengurusan, memperkenalkan sistem pelaporan digital, dan meluncurkan serangkaian kegiatan yang menekankan partisipasi aktif anggota.
“Kita harus bergerak cepat dan tepat,” ujar Andi Amran Sulaiman dalam sebuah pertemuan internal pada bulan Maret 2026, menegaskan komitmen organisasi untuk tidak terjebak pada wacana panjang namun beralih pada aksi konkret yang memberikan manfaat langsung bagi alumni.
Selama periode tersebut, IKA Unhas berhasil menyelenggarakan lebih dari sepuluh forum diskusi, tiga workshop peningkatan kompetensi, serta beberapa aksi sosial yang melibatkan alumni di wilayah Makassar dan sekitarnya. Semua kegiatan tersebut dirancang dengan jadwal yang terukur, menghindari pertemuan yang berlarut‑larut tanpa hasil yang jelas.
Strategi kepemimpinan yang berorientasi pada tindakan juga tercermin dalam upaya peningkatan keanggotaan. Dengan pendekatan personal melalui media sosial dan platform digital, IKA Unhas menarik minat alumni baru tanpa harus melalui prosedur yang rumit. Hasilnya, basis data alumni mengalami pertumbuhan signifikan, meski angka pastinya tidak dipublikasikan secara terbuka.
Selain itu, Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi dengan fakultas dan jurusan untuk mendukung program beasiswa, magang, dan penelitian bersama. Pendekatan ini memperkuat peran IKA Unhas sebagai jembatan antara dunia akademik dan profesional, sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan AAS bukan sekadar slogan melainkan pola kerja yang dapat diukur.
Menjelang akhir masa jabatannya, Sulaiman menyerahkan rapat kepengurusan kepada tim pengganti yang telah dipersiapkan sejak awal. Ia menekankan bahwa kelanjutan visi‑misi harus tetap mengedepankan aksi cepat, transparansi, dan akuntabilitas.
Dengan menutup satu periode kepemimpinan AAS yang berfokus pada tindakan, IKA Unhas kini berada pada posisi yang lebih kuat untuk melanjutkan program-programnya, memperluas jaringan alumni, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi Universitas Hasanuddin dan masyarakat Makassar.


Komentar