Media Pendidikan – 25 April 2026 | Jakarta, 25 April 2026 – Insiden tendangan yang menyerupai gaya kungfu yang dilakukan oleh pemain muda Fadly Alberto pada laga EPA U-20 memicu sorotan luas. Mantan striker legendaris Kurniawan Dwi Yulianto memberikan komentar tegas, menekankan bahwa disiplin, adab, dan fair play harus menjadi landasan utama dalam sepak bola usia muda.
Insiden terjadi pada pertandingan antara dua tim unggulan di ajang EPA U-20, kompetisi yang menampilkan talenta berusia di bawah 20 tahun. Fadly Alberto, yang dikenal sebagai pemain agresif, secara tak terduga melancarkan sebuah tendangan tinggi yang menyerupai gerakan kungfu, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan lawan dan menodai semangat sportivitas.
Reaksi Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan, yang kini aktif sebagai pengamat dan konsultan teknik, menjawab pertanyaan media dengan tegas. Ia berkata, “Saya menegaskan bahwa disiplin, adab, dan fair play harus menjadi pondasi utama dalam sepak bola usia muda. Setiap tindakan yang mengancam keselamatan pemain lain tidak dapat dibenarkan, apalagi bila muncul dalam turnamen yang seharusnya menjadi ajang pembelajaran.”
Kurniawan menambahkan bahwa insiden tersebut menjadi peringatan penting bagi pelatih, ofisial, dan pemain muda. “Kami harus menanamkan nilai-nilai sportivitas sejak dini, sehingga generasi berikutnya tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga menghormati lawan dan wasit,” ujarnya.
Pihak penyelenggara EPA U-20 pun mengumumkan akan meninjau kembali peraturan disiplin dan menambah pelatihan adab bagi semua peserta. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan komitmen untuk menegakkan standar keselamatan dan fair play, serta menjanjikan sanksi tegas bagi pelanggaran serupa di masa mendatang.
Insiden ini juga memicu perdebatan di media sosial, dengan sejumlah pengguna menilai tindakan Fadly sebagai bentuk frustrasi atau kurangnya kontrol emosi. Namun, Kurniawan menolak pembenaran apapun yang mengabaikan tanggung jawab moral pemain. “Tidak ada alasan yang dapat menjustifikasi kekerasan dalam sepak bola. Kita harus belajar dari kejadian ini dan memastikan tidak terulang kembali,” tegasnya.
Dengan tekanan publik yang terus meningkat, Fadly Alberto belum memberikan komentar resmi. Sementara itu, timnya berjanji akan mengadakan evaluasi internal dan memberikan pembinaan tambahan bagi pemain tersebut.
Ke depan, Kurniawan berharap EPA U-20 dapat kembali menjadi contoh kompetisi yang mengedepankan nilai pendidikan, sekaligus menjadi ajang pencarian bintang sepak bola masa depan yang berkarakter kuat.


Komentar