Media Pendidikan – 24 April 2026 | Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan pada Jumat, 24 April 2026, bahwa hoaks terkait isu kesehatan berada di peringkat kedua paling viral setelah hoaks politik. Pernyataan itu disampaikan dalam audiensi bersama Kementerian Kesehatan dan tim Risk Communication and Community Engagement (RCCE).
Penekanan pada penanganan hulu
Nezar menekankan perlunya penanganan hoaks kesehatan sejak sumbernya, mengingat dampaknya yang luas bagi masyarakat. Ia menambahkan, “Selain hoaks politik itu, yang kedua hoaks kesehatan saya kira yang paling viral. Karena kesehatan concern semua orang,” kata Nezar dalam keterangan resmi.
Untuk itu, pemerintah mengusulkan kerja sama yang lebih erat dengan platform digital. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemberian label atau keterangan pada konten kesehatan, agar publik dapat dengan cepat mengenali sumber yang terpercaya. Nezar juga mengusulkan verifikasi akun yang “legitimate” untuk memproduksi konten kesehatan yang akurat.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi hoaks, meningkatkan literasi digital masyarakat, serta menurunkan risiko kepanikan yang disebabkan oleh informasi palsu. Dalam pertemuan tersebut, pihak Kemenkes dan RCCE menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut dan berjanji akan berkoordinasi dengan platform utama di Indonesia.
Langkah-langkah yang direncanakan mencakup:
- Penyediaan sistem verifikasi khusus bagi akun penyedia informasi kesehatan.
- Pemberian label verifikasi pada konten yang telah melalui proses faktual.
- Peningkatan edukasi publik melalui kampanye digital mengenai cara membedakan informasi valid dan hoaks.
Nezar menutup pertemuan dengan menegaskan pentingnya tindakan proaktif. “Jika tidak ditangani dengan cepat, hoaks kesehatan dapat menimbulkan dampak yang luas bagi masyarakat,” ujarnya, menandakan urgensi penanganan dari hulu.


Komentar