Internasional
Beranda » Berita » Inggris Perkuat Komitmen Kerja Sama Transportasi dengan Indonesia di Era Dekarbonisasi

Inggris Perkuat Komitmen Kerja Sama Transportasi dengan Indonesia di Era Dekarbonisasi

Inggris Perkuat Komitmen Kerja Sama Transportasi dengan Indonesia di Era Dekarbonisasi
Inggris Perkuat Komitmen Kerja Sama Transportasi dengan Indonesia di Era Dekarbonisasi

Media Pendidikan – 24 April 2026 | Jakarta, 23 April 2026 – Menteri Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Inggris, Keir Mather MP, menegaskan kembali komitmen jangka panjang Inggris di kawasan Indo-Pasifik melalui penguatan kerja sama strategis dengan Indonesia pada sektor transportasi, maritim, dan dekarbonisasi. Kunjungan Mather ke Indonesia merupakan implementasi nyata dari Kemitraan Strategis Inggris‑Indonesia yang diluncurkan pada Januari 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London.

Pertemuan resmi antara Mather dengan Wakil Menteri Perhubungan Suntana serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Ronny Hutahayan di kantor Kementerian Perhubungan membahas langkah konkret untuk memperdalam kerja sama bilateral. Kedua pihak menyoroti strategi dekarbonisasi sektor transportasi sebagai prioritas utama, sejalan dengan agenda global mengurangi emisi karbon.

Baca juga:

“Inggris dan Indonesia adalah dua negara maritim yang kuat, dan memiliki kepentingan bersama dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman, andal, dan berkelanjutan,” ujar Keir Mather dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa kunjungan ini menunjukkan tekad Inggris untuk bekerja sama dengan Indonesia serta mitra‑mitra regional dalam membentuk agenda transportasi global.

Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:

  • Pengembangan jaringan transportasi perkeretaapian perkotaan yang modern, dengan target meningkatkan kapasitas penumpang hingga 30% dalam lima tahun ke depan.
  • Kolaborasi dalam proyek dekarbonisasi, termasuk uji coba kendaraan listrik dan bahan bakar hidrogen pada rute pelabuhan utama.
  • Keamanan maritim, dengan rencana bersama untuk memperkuat patroli laut dan sistem pemantauan wilayah ekonomi eksklusif (ZEE) kedua negara.

Selain pertemuan resmi, Mather juga bertemu dengan pelaku industri transportasi dan maritim Indonesia untuk menjajaki peluang investasi jangka panjang. Diskusi tersebut mencakup potensi investasi Inggris dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan hijau di wilayah Sumatera dan Jawa Barat, serta kerjasama riset teknologi bersih bersama universitas dan lembaga penelitian.

Baca juga:

Data terbaru menunjukkan bahwa sektor transportasi Indonesia menyumbang sekitar 22% dari total emisi karbon negara, sementara perdagangan maritim menyumbang lebih dari 10% PDB. Upaya bersama kedua negara diharapkan dapat menurunkan intensitas emisi hingga 15% pada 2030, selaras dengan target Paris Agreement.

Keberlanjutan kerja sama ini juga didukung oleh komitmen fiskal Inggris, yang menyiapkan dana sebesar £200 juta untuk proyek-proyek infrastruktur hijau di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dana tersebut akan dialokasikan melalui mekanisme publik‑privat partnership (PPP) yang melibatkan perusahaan-perusahaan energi bersih Inggris.

Para analis menilai bahwa langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra kunci Inggris di Indo‑Pasifik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi sektor transportasi domestik. Dengan dukungan teknologi dan pendanaan dari Inggris, Indonesia dapat mempercepat transisi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Baca juga:

Ke depan, kedua negara berencana menggelar forum tahunan kerja sama transportasi dan maritim, dengan agenda utama memperluas jaringan kereta cepat, memperkuat keamanan laut, serta mengintensifkan riset dekarbonisasi. Pertemuan selanjutnya dijadwalkan pada akhir 2026 di London, menandai kelanjutan komitmen bersama dalam menciptakan transportasi global yang berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *