Media Pendidikan – 24 April 2026 | Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menegaskan aturan ketat bagi peserta yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Pusat UTBK ITB. Pihak kampus memperingatkan bahwa setiap tindakan kecurangan akan dikenakan empat sanksi tegas, mulai dari peringatan tertulis hingga pelaporan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pernyataan resmi ITB menegaskan bahwa integritas proses seleksi harus dijaga demi keadilan semua calon mahasiswa. “Kami tidak akan mentolerir tindakan kecurangan dalam UTBK,” ujar perwakilan ITB dalam rapat koordinasi dengan pengawas ujian.
Empat sanksi yang telah dirumuskan mencakup:
- **Peringatan tertulis** – diberikan kepada peserta yang terbukti melakukan pelanggaran ringan, seperti penggunaan alat bantu tidak sah.
- **Pembatalan nilai UTBK** – nilai yang diperoleh akan dihapuskan secara otomatis, sehingga peserta tidak dapat melanjutkan proses seleksi.
- **Diskualifikasi dari proses seleksi** – peserta yang melakukan kecurangan berat akan langsung dikeluarkan dari daftar calon penerima beasiswa atau program studi.
- **Pelaporan ke Kemdikbud** – kasus serius akan dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang dapat berujung pada larangan pendaftaran di perguruan tinggi negeri selama jangka waktu tertentu.
Penegakan sanksi ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya etika dalam ujian. Pusat UTBK ITB dilaporkan menyiapkan sistem pengawasan yang lebih canggih, termasuk pemantauan kamera dan analisis pola perilaku peserta secara real‑time.
Data internal menunjukkan bahwa ribuan peserta mengikuti UTBK di kampus ITB setiap tahunnya. Dengan volume peserta yang tinggi, pihak penyelenggara menekankan bahwa teknologi pengawasan dan kebijakan sanksi harus selaras untuk menekan potensi kecurangan.
Ke depan, ITB berkomitmen terus memperkuat mekanisme pengawasan dan edukasi tentang tata tertib ujian. Diharapkan langkah ini tidak hanya melindungi integritas UTBK, tetapi juga menegaskan standar akademik yang tinggi bagi seluruh calon mahasiswa di Indonesia.


Komentar