Pendidikan
Beranda » Berita » Kemensos Jaring 29 Pengamen Anak di Jakarta Jadi Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Jaring 29 Pengamen Anak di Jakarta Jadi Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Jaring 29 Pengamen Anak di Jakarta Jadi Siswa Sekolah Rakyat
Kemensos Jaring 29 Pengamen Anak di Jakarta Jadi Siswa Sekolah Rakyat

Media Pendidikan – 23 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul, mengumumkan hasil penjangkauan program Sekolah Rakyat di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Dari 77 anak yang teridentifikasi, sebanyak 29 di antaranya berprofesi sebagai pengamen di jalanan.

Gus Ipul menjelaskan, “Mereka kami temukan di jalanan sedang mengamen untuk membantu orang tuanya bekerja,” ujar dia dalam acara tersebut. Anak‑anak tersebut berusia sekolah namun belum terdaftar di lembaga pendidikan formal atau bahkan sudah putus sekolah.

Baca juga:

Tim Kementerian Sosial melakukan penjangkauan secara proaktif dengan mengunjungi titik‑titik rawan seperti perempatan jalan, pasar, dan area lain tempat anak‑anak bekerja. Pendekatan ini dipadukan dengan pemanfaatan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menyeleksi anak‑anak yang berisiko putus sekolah.

Proses perekrutan tidak melalui pendaftaran terbuka. Setiap anak yang terjaring didata, diverifikasi, dan kemudian dikonfirmasi kepada orang tua atau wali. Jika orang tua menyetujui, anak tersebut akan diproses menjadi calon siswa Sekolah Rakyat.

Baca juga:

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif prioritas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak‑anak yang selama ini terpinggirkan. Selain memberikan pendidikan gratis, program ini juga menjamin kebutuhan dasar siswa, meliputi tempat tinggal, makanan bergizi, serta layanan kesehatan.

Saifullah Yusuf menegaskan, tujuan utama program ini adalah agar anak‑anak yang berisiko atau sudah putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan layak, selaras dengan atensi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Baca juga:

Dengan target pemerintah menyiapkan 100 ribu siswa pada tahun 2027, upaya penjangkauan di Jakarta ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Keberhasilan mengintegrasikan data sosial dengan aksi lapangan menunjukkan potensi program untuk menjangkau lebih banyak anak jalanan di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *