Daerah
Beranda » Berita » Salatiga Pimpin Indeks Kota Toleran 2025, Tegal & Ambon Catatkan Progres Signifikan

Salatiga Pimpin Indeks Kota Toleran 2025, Tegal & Ambon Catatkan Progres Signifikan

Salatiga Pimpin Indeks Kota Toleran 2025, Tegal & Ambon Catatkan Progres Signifikan
Salatiga Pimpin Indeks Kota Toleran 2025, Tegal & Ambon Catatkan Progres Signifikan

Media Pendidikan – 23 April 2026 | SETARA Institute resmi merilis laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang menilai kinerja 94 kota di Indonesia dalam mengelola keberagaman, toleransi, dan inklusi sosial. Dalam edisi terbaru ini, Salatiga menempati posisi teratas, sementara Tegal dan Ambon menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Salatiga unggul dalam IKT 2025

Kota kecil di Jawa Tengah ini berhasil meraih nilai tertinggi berkat program-program yang menekankan dialog antar‑umat, pendidikan nilai toleransi di sekolah, serta kebijakan publik yang mendukung keberagaman. “Salatiga menunjukkan komitmen kuat dalam membangun toleransi dan inklusi sosial,” ujar Dr. Ahmad Ridwan, Direktur SETARA Institute, dalam konferensi pers peluncuran laporan.

Baca juga:

Penilaian didasarkan enam dimensi utama: kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, pendidikan, keamanan, layanan publik, dan media. Salatiga unggul di hampir semua dimensi, khususnya dalam kebijakan pemerintah yang mengintegrasikan nilai toleransi ke dalam rencana pembangunan daerah.

Tegal dan Ambon mencatatkan progres

Di sisi lain, Tegal (Jawa Tengah) dan Ambon (Maluku) naik peringkat secara signifikan. Tegal bergerak naik tiga peringkat berkat program revitalisasi ruang publik yang melibatkan kelompok agama berbeda, sedangkan Ambon memperbaiki skor keamanan dan media setelah serangkaian inisiatif rekonsiliasi pasca‑kerusuhan sebelumnya.

Data menunjukkan bahwa Tegal meningkatkan skor kebijakan pemerintah dari 68 menjadi 77, sementara Ambon menambah poin pada dimensi partisipasi masyarakat, naik dari 62 menjadi 71. Kedua kota tersebut kini berada di posisi menengah‑atas dalam daftar 94 kota yang dievaluasi.

Baca juga:

Metodologi dan cakupan laporan

Laporan IKT 2025 merupakan publikasi kesembilan sejak pertama kali diluncurkan pada 2015. Penilaian menggunakan survei lapangan, analisis dokumen kebijakan, serta wawancara dengan tokoh masyarakat dan akademisi. Total 94 kota yang masuk dalam penilaian mencakup wilayah perkotaan, suburban, serta kota kecil di seluruh Indonesia.

SETARA Institute menegaskan bahwa indeks ini bukan sekadar angka, melainkan alat ukur bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan. “Indeks Kota Toleran memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana kota‑kota di Indonesia mengelola keragaman, dan menjadi pendorong perubahan kebijakan yang lebih inklusif,” tambah Dr. Ridwan.

Dengan Salatiga sebagai contoh terbaik, diharapkan kota‑kota lain dapat meniru kebijakan dan program yang berhasil. Pemerintah pusat juga berjanji akan memberikan insentif bagi daerah yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam indeks ini.

Baca juga:

Secara keseluruhan, laporan IKT 2025 menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan toleran bagi seluruh warga Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *