Media Pendidikan – 22 April 2026 | Deputi Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, sebagai bagian dari agenda kesehatan nasional yang menargetkan pencapaian signifikan pada tahun 2045.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, Ratu Ayu menegaskan bahwa penurunan kematian ibu tidak dapat dicapai secara terpisah. Ia mengajak kementerian terkait, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta untuk berkontribusi dalam penyediaan layanan kesehatan maternal yang lebih merata dan berkualitas.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menurunkan angka kematian ibu,” ujar Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Ia menambahkan bahwa sinergi antara program kependudukan, perencanaan keluarga, serta layanan kesehatan primer akan memperkuat jaringan penanganan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan.
Strategi utama yang diusulkan mencakup peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di wilayah terpencil, penyediaan fasilitas obstetri yang lengkap, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya kunjungan antenatal secara rutin. Selain itu, pemerintah berencana memperluas program imunisasi dan suplementasi gizi bagi ibu hamil sebagai upaya preventif.
Ratu Ayu juga menyoroti peran teknologi informasi dalam memantau kondisi kehamilan secara real‑time. Penggunaan aplikasi digital yang terintegrasi antara klinik, rumah sakit, dan dinas kesehatan diharapkan dapat mempercepat respons terhadap komplikasi yang muncul.
Dengan mengedepankan pendekatan holistik, pemerintah berharap tidak hanya menurunkan angka kematian ibu, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga secara keseluruhan. Upaya ini akan terus dipantau melalui indikator kunci yang akan dilaporkan secara berkala kepada publik.
Jika sinergi ini terjalin kuat, Indonesia dapat mengukir prestasi dalam bidang kesehatan maternal, menjadikan 2045 sebagai tonggak pencapaian penting bagi generasi mendatang.


Komentar