Media Pendidikan – 21 April 2026 | Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengonfirmasi bahwa sebanyak 15 warga sipil tewas dalam baku tembak Kembru, sebuah peristiwa yang terjadi di Kampung Kembru, wilayah Puncak, Papua Tengah. Insiden tersebut melibatkan bentrokan antara aparat keamanan negara dengan kelompok TNPB (Tentara Nasional Papua Barat).
“Kami telah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam baku tembak tersebut,” kata Natalius Pigai dalam konferensi pers yang digelar beberapa jam setelah peristiwa. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak berwenang telah mengetahui identitas para penembak, meski belum diumumkan secara rinci kepada publik.
Data yang dirilis oleh Kementerian HAM menunjukkan bahwa 15 orang yang menjadi korban tewas di lokasi kejadian. Sebagian besar korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban luka, namun tim medis setempat terus melakukan evakuasi dan perawatan bagi mereka yang masih hidup.
Peristiwa ini menambah ketegangan yang sudah lama melanda Papua Tengah, terutama setelah beberapa insiden serupa terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen untuk menegakkan hukum serta memperkuat keamanan, sambil tetap menghormati hak asasi manusia bagi semua pihak yang terlibat.
Ke depan, Kementerian HAM berencana melanjutkan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan semua pelaku baku tembak Kembru dapat diproses secara hukum. Upaya ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan menurunkan intensitas konflik di wilayah tersebut.


Komentar