Daerah
Beranda » Berita » Gempa M5,1 Guncang Keerom Papua, Kedalaman 153 Km – BMKG Pantau Aktivitas

Gempa M5,1 Guncang Keerom Papua, Kedalaman 153 Km – BMKG Pantau Aktivitas

Gempa M5,1 Guncang Keerom Papua, Kedalaman 153 Km – BMKG Pantau Aktivitas
Gempa M5,1 Guncang Keerom Papua, Kedalaman 153 Km – BMKG Pantau Aktivitas

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pada hari ini terjadi gempa bumi dengan magnitude 5,1 di daerah tenggara Kabupaten Keerom, Papua. Kedalaman gempa tercatat sebesar 153 kilometer, menandakan pergerakan tektonik yang terjadi jauh di bawah permukaan bumi.

“Kami terus memantau situasi dan siap membantu evakuasi bila diperlukan,” kata juru bicara BMKG dalam pernyataan resmi. Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan lembaga dalam menanggapi setiap kemungkinan dampak lanjutan, termasuk potensi gempa susulan atau efek seismik lainnya.

Baca juga:

Gempa dengan magnitudo 5,1 termasuk dalam kategori sedang, namun kedalaman 153 km menandakan bahwa energi gempa dilepaskan di zona subduksi yang berada jauh di bawah kerak bumi. Pada umumnya, gempa yang berpusat pada kedalaman lebih dari 70 km memiliki potensi untuk dirasakan dalam radius yang lebih luas, meski intensitasnya cenderung lebih lemah di permukaan dibandingkan gempa dangkal.

BMKG mencatat bahwa pusat gempa berada di koordinat 2,6° LS – 138,5° BT, tepatnya di wilayah tenggara Keerom. Data ini penting untuk para ilmuwan seismologi dalam memetakan zona rawan gempa di Papua, sebuah daerah yang memang dikenal memiliki aktivitas tektonik yang tinggi karena berada di antara lempeng Indo-Australia dan Pasifik.

Baca juga:

Sejumlah warga setempat melaporkan merasakan goncangan ringan, terutama pada malam hari ketika sebagian besar orang sedang beristirahat. Tidak ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur, namun beberapa rumah tradisional di daerah terpencil melaporkan retakan minor pada dinding, yang sedang dievaluasi lebih lanjut oleh tim teknis.

Selain pemantauan real‑time, BMKG juga mengeluarkan rekomendasi keamanan bagi masyarakat di sekitar daerah gempa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, mengamankan barang berbahaya, dan mengetahui jalur evakuasi darurat. Informasi tersebut disebarluaskan melalui kanal radio lokal dan media sosial resmi BMKG.

Baca juga:

Data seismik yang terkumpul dari gempa ini akan dimasukkan ke dalam basis data nasional untuk analisis jangka panjang. Penelitian lanjutan diharapkan dapat memperbaiki model prediksi gempa di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Papua yang memiliki karakteristik geologi yang kompleks.

Secara keseluruhan, gempa M5,1 yang mengguncang Keerom Papua menunjukkan betapa pentingnya sistem pemantauan dini dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi peristiwa alam. BMKG menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan informasi akurat dan tepat waktu, serta bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi risiko seismik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *