Media Pendidikan – 20 April 2026 | Makassar, 19 April 2026 – PSM Makassar kembali terpuruk di papan klasemen Liga 1 Indonesia setelah menelan kekalahan dari Borneo FC pada laga pekan ke-27. Hasil tersebut menempatkan tim merah putih di ambang zona degradasi, sekaligus menambah tekanan karena Persijap berada selangkah di depan mereka.
Kondisi Terkini PSM Makassar
Kekalahan 0-2 melawan Borneo FC membuat PSM turun ke posisi 16 dengan perolehan 14 poin, hanya selisih satu poin dari Persijap yang menempati posisi 15 dengan 15 poin. Statistik ini menegaskan betapa rapat persaingan di ujung tabel, di mana tiga tim teratas zona degradasi berjuang keras untuk menghindari relegasi.
Pelatih PSM, Abdul Rahman, mengakui bahwa tim belum menunjukkan performa optimal. “Kami harus memperbaiki performa dan tidak mengulangi kesalahan di laga berikutnya,” kata Abdul Rahman dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa masalah utama terletak pada kurangnya konsistensi dalam lini tengah dan pertahanan yang sering kebobolan.
Sementara itu, suporter PSM yang hadir di Stadion Andi Mattalatta menyuarakan kekecewaan sekaligus harapan. “Kami tetap percaya kepada tim, tapi harus ada perubahan taktik yang jelas,” ujar salah satu suporter yang mengidentifikasi diri sebagai “Red Warriors”. Para suporter menuntut agar manajemen segera melakukan perbaikan, baik dari segi strategi maupun pembelian pemain baru pada bursa transfer mendatang.
Di sisi lain, Persijap Solo yang saat ini menempati posisi 15 mencatat hasil positif pada laga terakhir, mengamankan tiga poin melawan Persib Bandung. Keberhasilan tersebut menambah beban mental bagi PSM yang harus mengejar ketinggalan dalam sisa lima pertandingan musim ini. Jika PSM gagal meraih poin maksimal dalam dua laga berikutnya, peluang untuk terhindar dari zona degradasi semakin tipis.
Para analis sepak bola menilai bahwa PSM masih memiliki peluang untuk bangkit, mengingat kualitas pemain inti seperti Amarildo, Rizky Pellu, dan striker terkemuka mereka. Namun, mereka menekankan bahwa perubahan taktik yang cepat dan pemanfaatan pemain cadangan menjadi kunci utama. “Jika pelatih mampu mengatur formasi yang lebih defensif namun tetap memanfaatkan kecepatan sayap, PSM masih berpeluang menyalip Persijap,” ujar analis senior Liga 1.
Dengan jadwal pertandingan yang padat, PSM harus memaksimalkan setiap menit latihan dan memperbaiki koordinasi tim. Pertandingan selanjutnya melawan Arema FC akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan tim untuk menahan tekanan dan mengumpulkan poin penting.
Secara keseluruhan, PSM Makassar berada di persimpangan kritis musim ini. Kemenangan berikutnya tidak hanya penting untuk peringkat, tetapi juga untuk menjaga semangat juang tim dan dukungan suporter. Perubahan taktik, peningkatan kebugaran, serta keputusan manajerial pada bursa transfer akan menjadi faktor penentu apakah PSM dapat menghindari zona degradasi atau harus menerima nasib menurun di akhir musim.


Komentar