Nasional
Beranda » Berita » Asal-usul MBG Terungkap: Prabowo Gagas Program Makan Bergizi Gratis Sejak 2006 Sebelum Gerindra Berdiri

Asal-usul MBG Terungkap: Prabowo Gagas Program Makan Bergizi Gratis Sejak 2006 Sebelum Gerindra Berdiri

Asal-usul MBG Terungkap: Prabowo Gagas Program Makan Bergizi Gratis Sejak 2006 Sebelum Gerindra Berdiri
Asal-usul MBG Terungkap: Prabowo Gagas Program Makan Bergizi Gratis Sejak 2006 Sebelum Gerindra Berdiri

Media Pendidikan – 20 April 2026 | Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap asal‑usul program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi bagian penting kebijakan sosial pemerintah. Menurutnya, inisiatif ini pertama kali digagas oleh Prabowo pada tahun 2006, dua tahun sebelum Partai Gerindra resmi berdiri.

Latar Belakang Program

Hashim menjelaskan bahwa gagasan MBG muncul sebagai respons terhadap kebutuhan gizi anak‑anak usia sekolah di wilayah‑wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Pada saat itu, Prabowo masih aktif di lingkungan politik sebelum mendirikan Gerindra pada 2008. Ide tersebut kemudian dibiarkan mengendap hingga pemerintah menyiapkan platform nasional untuk pemberian makanan bergizi secara gratis.

Baca juga:

“Digagas Prabowo sejak 2006, jauh sebelum Partai Gerindra ada,” ujar Hashim dalam keterangan resminya. Pernyataan itu menegaskan bahwa akar program telah tertanam jauh sebelum partai politik yang dipimpin Prabowo terbentuk, menambah bobot historis pada kebijakan tersebut.

Program MBG resmi diluncurkan pada tahun 2022 oleh pemerintahan Presiden Prabowo, dengan target awal mencakup lebih dari 2.000 sekolah di seluruh Indonesia. Fokus utama adalah memastikan anak‑anak di daerah terpencil menerima setidaknya satu kali makanan bergizi setiap hari, yang diharapkan dapat menurunkan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar.

Baca juga:

Selain aspek gizi, MBG juga dijadikan sarana penyuluhan tentang pola makan sehat dan kebersihan. Tim lapangan yang terdiri dari ahli gizi, tenaga medis, dan relawan lokal berkoordinasi dengan dinas pendidikan daerah untuk mengoptimalkan distribusi makanan. Hingga akhir 2023, laporan internal menunjukkan bahwa lebih dari 1,5 juta siswa telah merasakan manfaat program tersebut.

Keberlanjutan MBG kini menjadi agenda prioritas pemerintah, dengan rencana pendanaan yang melibatkan anggaran negara serta kontribusi sektor swasta. Hashim menambahkan bahwa program ini tidak hanya bersifat bantuan sementara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca juga:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *