Media Pendidikan – 17 April 2026 | Jakarta Selatan – Dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jakarta memimpin aksi penangkapan ikan sapu‑sapu di Setu Babakan pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini melibatkan sejumlah influencer lingkungan, termasuk Arif Kamarudin, dan berhasil mengumpulkan sekitar 400 kilogram ikan sapu‑sapu yang dianggap mengganggu ekosistem perairan.
Aksi dimulai pada pagi hari, ketika tim militer bersama relawan dan influencer melakukan pemantauan wilayah Setu Babakan. Setu Babakan, yang dikenal sebagai kawasan wisata budaya Betawi, sekaligus menjadi habitat penting bagi berbagai spesies ikan air tawar. Penangkapan ikan sapu‑sapu dipandang sebagai langkah preventif untuk mencegah proliferasi spesies invasif yang dapat menurunkan kualitas air dan mengancam keberlangsungan flora serta fauna lokal.
“Kami berkomitmen menjaga kebersihan Setu Babakan dan melindungi ekosistemnya dari dampak negatif ikan sapu‑sapu yang berlebihan,” ujar Pangdam Jaya dalam sambutan singkat sebelum aksi dimulai. Ia menekankan pentingnya sinergi antara institusi militer, masyarakat, dan aktivis lingkungan untuk mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan lestari.
Selama aksi, tim menggunakan jaring khusus dan perahu kecil untuk menjerat ikan-ikan yang berada di permukaan air. Hasilnya, total berat ikan yang berhasil diangkat mencapai 400 kilogram, setara dengan sekitar 2.000 ekor ikan dengan ukuran rata‑rata 200 gram per ekor. Data ini menunjukkan tingkat kepadatan populasi yang signifikan, mengingat luas Setu Babakan hanya sekitar 30 hektar.
Arif Kamarudin, influencer yang ikut serta, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pembersihan fisik, tetapi juga menjadi media edukasi bagi warga Jakarta. “Melalui aksi nyata, kami berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan sungai dan danau di kota ini,” katanya.
Setu Babakan selama ini sering menjadi sorotan karena masalah pencemaran limbah domestik dan industri. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) telah mengimplementasikan program pengolahan limbah dan penanaman vegetasi tepi air. Namun, penangkapan ikan sapu‑sapu menjadi upaya tambahan yang menargetkan masalah biologis yang dapat memperparah kondisi kualitas air.
Setelah penangkapan, ikan-ikan yang berhasil diangkut akan disumbangkan kepada lembaga sosial untuk dijadikan sumber protein bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus menghindari pembuangan limbah ikan ke lingkungan. Rencana lanjutan meliputi pemantauan rutin populasi ikan sapu‑sapu serta pelatihan masyarakat setempat untuk melakukan penangkapan secara mandiri.
Dengan keberhasilan aksi ini, diharapkan momentum Hari Bumi tidak hanya dirayakan secara simbolis, tetapi juga menghasilkan dampak konkret bagi kelestarian lingkungan perkotaan. Ke depan, Pangdam Jaya berjanji akan terus mengadakan program serupa secara berkala, menegaskan peran penting militer dalam upaya pelestarian alam.


Komentar