Media Pendidikan – 17 April 2026 | Aktris Sha Ine Febriyanti kembali menyapa publik lewat peran terbarunya sebagai Ibu Sari dalam serial Netflix berjudul Luka, Makan, Cinta, yang mulai ditayangkan pada 15 April 2026. Serial ini difilmkan di Menteng, Jakarta Pusat, dan menandai langkah baru bagi Ine dalam menelusuri dunia kuliner meski belum mengaku ahli memasak di rumah.
Dalam jumpa pers yang digelar di lokasi syuting, Ine mengungkapkan bahwa ia lebih sering menikmati hidangan yang disajikan di set ketimbang menunjukkan keahlian memasak kepada keluarga. “Kalau di rumah sih tidak (rajin masak), tapi saya makan melulu di lokasi syuting,” ujarnya sambil tersenyum. Meskipun memerankan pemilik restoran, ia mengakui bahwa pengetahuan dapur yang didapatkan selama proses produksi menjadi nilai tambah yang signifikan.
Serial tersebut memberikan Ine kesempatan untuk mempelajari filosofi penataan dapur secara mendalam. Ia menyebut bahwa penempatan peralatan tidak sekadar kebetulan, melainkan hasil dari kepekaan ruang yang strategis. “Saya belajar soal kepekaan ruang, dapur itu ternyata kompleks, kenapa alat ini ada di tempat ini, kenapa pisaunya begini,” kata Ine, menegaskan bahwa setiap sudut dapur memiliki fungsi khusus yang harus dipahami oleh seorang koki.
Pengalaman di belakang layar juga membuka mata Ine terhadap disiplin ketat para pekerja dapur. Ia mengamati bagaimana tim dapur berkoordinasi layaknya pasukan militer, dengan timing yang presisi demi menjaga kualitas dan kecepatan penyajian. “Mereka betul‑betul dedikasinya luar biasa, soal timing hampir kayak tentara, tegas dalam memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Serial Luka, Makan, Cinta mengisahkan perjuangan seorang koki muda bernama Luka yang bercita‑cita menjadi head chef di restoran legendaris Umah Rasa. Konflik muncul ketika Ibu Sari, yang sekaligus menjabat sebagai head chef dan pemilik, menaruh kepercayaan pada chef baru bernama Dennis. Serial ini dibintangi oleh enam aktor utama, termasuk Mawar Eva de Jongh, Deva Mahenra, Adipati Dolken, dan Asmara Abigail, serta menampilkan latar kuliner yang kental.
Pengetahuan baru yang diperoleh Ine kini ia terapkan di dapur pribadinya. Ia mengatakan telah mengimplementasikan lebih dari sepuluh insight praktis, mulai dari penataan kompor hingga penempatan pisau, yang menurutnya meningkatkan efisiensi dan keamanan saat memasak. “Saya baru belajar, banyak insight baru yang saya terapkan sendiri di dapur saya sekarang,” ungkapnya, menandakan perubahan sikap yang signifikan terhadap kegiatan memasak sehari‑hari.
Keberhasilan serial ini tidak hanya memperluas wawasan Ine, tetapi juga menambah dimensi baru dalam karier aktingnya. Penggemar menantikan bagaimana pengalaman kuliner ini akan memengaruhi pilihan peran selanjutnya, sementara industri hiburan mencatat bahwa kolaborasi antara dunia kuliner dan drama televisi dapat menciptakan konten yang lebih kaya dan edukatif.


Komentar