Olahraga
Beranda » Berita » Pemprov DKI Gratiskan MRT, LRT, Transjakarta, dan JakLingko untuk Peserta Jakarta International Marathon 2026

Pemprov DKI Gratiskan MRT, LRT, Transjakarta, dan JakLingko untuk Peserta Jakarta International Marathon 2026

Pemprov DKI Gratiskan MRT, LRT, Transjakarta, dan JakLingko untuk Peserta Jakarta International Marathon 2026
Pemprov DKI Gratiskan MRT, LRT, Transjakarta, dan JakLingko untuk Peserta Jakarta International Marathon 2026

Media Pendidikan – 14 April 2026 | Jakarta International Marathon 2026 akan digelar pada 13 hingga 14 Juni 2026, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan kebijakan khusus untuk mempermudah mobilitas peserta serta panitia acara. Semua moda transportasi umum milik DKI, termasuk layanan Transjakarta, MRT, LRT, dan jaringan integrasi JakLingko, akan diberikan secara gratis selama dua hari kompetisi.

Program gratis transportasi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi beban biaya perjalanan bagi ribuan pelari, sukarelawan, dan tim operasional yang akan berkeliling kota. \”Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung peserta marathon dalam mencapai garis finish dengan nyaman,\” ujarnya dalam konferensi pers pada 12 April 2026.

Baca juga:

Transportasi yang termasuk dalam skema gratis meliputi seluruh jalur Transjakarta, tiga jalur MRT (MRT‑Jabodebek, MRT‑Bogor, dan MRT‑Bekasi), serta semua rute LRT Jabodetabek. Selain itu, kartu Jakarta Smart Card yang terintegrasi dengan sistem JakLingko dapat dipakai tanpa dikenakan tarif pada zona yang melintasi rute marathon, mulai dari titik start di Bundaran HI hingga finish di Lapangan Merdeka.

Pelaksanaan program akan diawasi oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Panitia Penyelenggara Jakarta International Marathon (JIM). Tim operasional telah menyiapkan titik-titik check‑in khusus di stasiun-stasiun utama, seperti Stasiun MRT Bundaran HI, Stasiun LRT Lebak Bulus, dan halte Transjakarta Polda Metro Jaya. Peserta cukup memperlihatkan identitas resmi marathon atau kartu registrasi untuk mengakses layanan gratis.

Baca juga:

Penggunaan transportasi gratis juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan di ruas-ruas utama, terutama di kawasan Sudirman, Thamrin, dan Jalan Jenderal Sudirman, yang biasanya menjadi titik rawan kepadatan pada akhir pekan. Sebagai tambahan, DKI menyediakan layanan shuttle khusus yang menghubungkan area start dan finish dengan stasiun MRT terdekat, sehingga peserta tidak perlu berjalan jauh dengan sepatu lari.

Para peserta marathon menyambut baik kebijakan ini. Salah satu pelari asal Bandung, Rudi Hartono, mengatakan, \”Dengan tidak harus membayar transportasi, saya dapat mengalokasikan dana untuk persiapan perlombaan dan pemulihan setelah selesai.\”

Baca juga:

Seluruh fasilitas gratis akan berakhir pada sore hari 14 Juni 2026, setelah acara penutupan resmi selesai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji akan mengevaluasi dampak program ini dan mempertimbangkan penerapan serupa pada event berskala besar berikutnya, mengingat keberhasilan integrasi transportasi publik dalam mendukung aktivitas olahraga massal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *