Nasional
Beranda » Berita » Rano Karno: Toleransi dan Budaya Jadi Kunci Jakarta Masuk Kota Teraman Kedua ASEAN

Rano Karno: Toleransi dan Budaya Jadi Kunci Jakarta Masuk Kota Teraman Kedua ASEAN

Rano Karno: Toleransi dan Budaya Jadi Kunci Jakarta Masuk Kota Teraman Kedua ASEAN
Rano Karno: Toleransi dan Budaya Jadi Kunci Jakarta Masuk Kota Teraman Kedua ASEAN

Media Pendidikan – 12 April 2026 | Jakarta kembali menonjolkan posisinya sebagai salah satu kota teraman di kawasan Asia Tenggara. Pada 12 April 2026, aktor senior sekaligus tokoh budaya Rano Karno mengungkapkan alasan utama mengapa ibukota Indonesia berhasil menempati peringkat kedua sebagai kota teraman di ASEAN. Menurutnya, faktor toleransi, kegiatan budaya, dan keberagaman penduduk menjadi pilar penting yang mendukung penilaian tersebut.

Rano Karno, yang dikenal lewat peran-peran klasik di layar lebar serta kepeduliannya terhadap pelestarian seni tradisional, memberikan penjelasan secara terperinci dalam sebuah wawancara. Ia menekankan bahwa Jakarta bukan sekadar kota metropolitan dengan infrastruktur megah, melainkan ruang sosial yang mampu menyatukan beragam suku, agama, dan bahasa. “Toleransi dan budaya adalah kunci utama bagi Jakarta untuk masuk peringkat kota teraman kedua di ASEAN,” ujarnya.

Baca juga:

Keberagaman etnis juga memainkan peran signifikan. Jakarta menampung lebih dari 300 suku bangsa yang hidup berdampingan, menciptakan mozaik budaya yang kaya. Rano menambahkan, keberagaman ini memicu inovasi dalam bidang kuliner, seni, dan pendidikan, yang pada gilirannya menurunkan potensi konflik sosial.

Data terbaru yang dirilis oleh lembaga pemeringkat keamanan ASEAN menegaskan bahwa Jakarta berada pada posisi kedua, hanya kalah dari kota lain yang memiliki infrastruktur keamanan yang lebih ketat. Meskipun angka spesifik tidak diungkapkan dalam sumber, penilaian tersebut didasarkan pada indikator seperti tingkat kejahatan, respons kepolisian, dan persepsi publik tentang keamanan. Rano menegaskan bahwa faktor sosial—termasuk toleransi dan budaya—memiliki bobot yang tidak kalah penting dibandingkan dengan aspek teknis.

Baca juga:

Selain itu, Rano menyoroti peran pemerintah kota dalam memfasilitasi ruang-ruang budaya. Kebijakan alokasi anggaran untuk festival seni, renovasi gedung bersejarah, serta program edukasi toleransi di sekolah dianggap sebagai langkah konkret yang memperkuat jaringan sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan, misalnya melalui program lingkungan aman (safe neighborhood) yang melibatkan RT/RW setempat.

Pengamat keamanan kota menilai bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan unsur sosial dan teknis menjadi model yang layak ditiru oleh kota-kota lain di Asia. Mereka berpendapat bahwa keberhasilan Jakarta mencerminkan sinergi antara kebijakan publik dan kesadaran kolektif masyarakat.

Baca juga:

Ke depan, Rano Karno berharap Jakarta dapat mempertahankan dan meningkatkan peringkatnya. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat toleransi, melestarikan warisan budaya, serta memperkuat rasa kebersamaan. Dengan landasan tersebut, ia yakin Jakarta akan tetap menjadi contoh kota aman yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

Berita Terkait

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *