Media Pendidikan – 12 April 2026 | Band legendaris rock Indonesia, Seringai, menegaskan bahwa posisi gitaris yang dulunya diisi oleh Ricky Siahaan belum memiliki pengganti tetap. Pernyataan ini disampaikan oleh anggota trio inti pada hari Selasa, 23 April 2025, di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat, sekaligus menegaskan fokus grup pada proses kreatif dan kecocokan chemistry antar musisi.
Ricky Siahaan, yang merupakan salah satu pendiri Seringai bersama Arian 13, Sammy Bramantyo, dan Edy Khemod, meninggal dunia secara mendadak pada 19 April 2025 di usia 48 tahun saat sedang menjalani tur di Tokyo, Jepang. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong pada formasi gitar, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai langkah selanjutnya bagi band yang telah menghasilkan album ikonik seperti High Octane Rock, Serigala Militia, dan Seperti Api.
Setelah pemakaman, Seringai tetap melanjutkan aktivitas musik dengan formasi inti tiga orang: vokalis Arian 13, bassist Sammy Bramantyo, dan drummer Edy Khemod. Selain itu, band mengoperasikan format live yang memperbanyak jumlah personel menjadi lima, guna memenuhi kebutuhan panggung. “Ada Seringai bertiga, dan ada Seringai Live berlima. Jadi untuk sementara ini kita jalan dengan format itu dulu,” kata Sammy dalam wawancara.
Saat ini, dua musisi pendukung sedang terlibat dalam proses kreatif Seringai, yaitu Angga Kusuma dan Darma Respati. Angga Kusuma, yang juga dikenal sebagai gitaris Taring dan Dead Vertical, berperan penting dalam perekaman album terbaru berjudul IV: Anastasis, menyelesaikan seluruh bagian gitar pada proyek tersebut. Meskipun kontribusinya signifikan, Angga belum secara resmi diangkat menjadi anggota tetap.
Sammy menegaskan bahwa keputusan untuk menambah personel tetap masih dalam tahap evaluasi. “Kalau ditanya apakah dua teman kami ini akan bergabung sebagai personel tetap, jawabannya belum tahu. Kami masih ingin melihat prosesnya, termasuk chemistry,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa band ingin memastikan kecocokan musikal sebelum membuat keputusan final, termasuk kemungkinan menulis lagu bersama.
Drummer Edy Khemod menambahkan bahwa formasi baru ini merupakan bagian alami dari perjalanan Seringai pasca kepergian Ricky. “Kami ingin tetap menjaga kualitas musik tanpa menghilangkan karakter yang sudah terbentuk sejak lama,” kata Khemod.
Dengan belum adanya pengganti tetap, Seringai memilih untuk tidak terburu‑buru menentukan susunan anggota baru. Fokus utama tetap pada penciptaan musik yang menghormati warisan Ricky Siahaan sekaligus membuka ruang bagi kolaborasi baru yang dapat memperkaya identitas band ke depannya.


Komentar