Nasional
Beranda » Berita » Prabowo Subianto Pamit dari Ketua Umum IPSI pada Munas XVI, Fokus pada Tugas Kebangsaan

Prabowo Subianto Pamit dari Ketua Umum IPSI pada Munas XVI, Fokus pada Tugas Kebangsaan

Prabowo Subianto Pamit dari Ketua Umum IPSI pada Munas XVI, Fokus pada Tugas Kebangsaan
Prabowo Subianto Pamit dari Ketua Umum IPSI pada Munas XVI, Fokus pada Tugas Kebangsaan

Media Pendidikan – 12 April 2026 | Jakarta, 11 April 2026 – Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menetapkan arah baru organisasi dengan tema “Pencak Silat mendunia untuk menuju ajang paling bergengsi Olimpiade“. Pada kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi mengakhiri masa jabatan sebagai Ketua Umum PB IPSI periode 2021-2025.

Acara yang berlangsung di RRI.CO.ID, Jakarta, menandai berakhirnya 34 tahun pengabdian Prabowo di dunia pencak silat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan perasaan kebahagiaan dan kehormatan atas perjalanan panjangnya. “Hari ini bagi saya hari yang penuh kebahagiaan dan penuh kehormatan. Hari ini saya terhitung telah mengabdi di Pencak Silat selama 34 tahun,” ujarnya.

Baca juga:

Prabowo menegaskan keputusan untuk tidak melanjutkan kepemimpinan PB IPSI dengan alasan beban tugas kebangsaan yang menyita waktu. “Saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya,” tambahnya, sambil menegaskan komitmen tetap mendukung pembinaan seni bela diri meski tidak lagi memegang posisi tertinggi.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyambut keputusan tersebut sebagai catatan sejarah bagi olahraga pencak silat dan olahraga Indonesia secara umum. “Kehadiran Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia menjadi kebanggaan sekaligus catatan sejarah bagi masyarakat olahraga pencak silat dan olahraga Indonesia secara umum,” katanya. Marciano menambahkan bahwa visi pembangunan Asta Cita keempat diharapkan dapat meningkatkan prestasi pencak silat di arena internasional, termasuk target “Pencak Silat Goes to Olympic”.

Baca juga:

Prestasi pencak silat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi latar belakang penting bagi harapan tersebut. Pada World Pencak Silat Championship 2024 di Abu Dhabi, kontingen nasional mengumpulkan 23 medali, menjadikannya juara umum. Di SEA Games Thailand 2025, tim meraih empat medali emas, sementara pada World Pencak Silat Championship 2022 di Melaka, Indonesia mengantongi sebelas medali emas. Dominasi tersebut berlanjut pada Junior World Pencak Silat Championship 2024, di mana atlet muda Indonesia menorehkan hasil yang mengesankan.

Pengurus IPSI menyatakan bahwa masa transisi kepemimpinan akan memperkuat upaya sosialisasi dan pembinaan pencak silat di berbagai negara, didukung oleh diplomasi internasional yang berkelanjutan. “Pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi,” kata Prabowo, menegaskan bahwa dukungan pemerintah tetap menjadi faktor kunci dalam memajukan olahraga tradisional ini ke panggung Olimpiade.

Baca juga:

Dengan penetapan nakhoda baru pada Munas XVI, harapan besar tertuju pada strategi yang dapat mengintegrasikan nilai budaya, ilmu kesatria, dan kompetisi tingkat dunia. Keputusan Prabowo untuk fokus pada tugas kenegaraan diharapkan memberi ruang bagi pemimpin baru IPSI untuk mengoptimalkan program pengembangan atlet, pelatihan pelatih, serta kerja sama antar lembaga olahraga.

Ke depan, IPSI dan KONI akan terus berkoordinasi untuk memastikan pencapaian target Olimpiade, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang menghormati warisan budaya dan mengoptimalkan potensi olah raga tradisionalnya. Perkembangan selanjutnya akan dipantau oleh publik dan media nasional, mengingat peran strategis pencak silat dalam memperkuat identitas bangsa serta menambah deretan medali di ajang internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *