Olahraga
Beranda » Berita » Prabowo Tekankan IPSI Jaga Kemurnian Pencak Silat Menuju Olimpiade, Bukan Sekadar Medali

Prabowo Tekankan IPSI Jaga Kemurnian Pencak Silat Menuju Olimpiade, Bukan Sekadar Medali

Prabowo Tekankan IPSI Jaga Kemurnian Pencak Silat Menuju Olimpiade, Bukan Sekadar Medali
Prabowo Tekankan IPSI Jaga Kemurnian Pencak Silat Menuju Olimpiade, Bukan Sekadar Medali

Media Pendidikan – 11 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan tegas kepada Persatuan Bela Diri Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada sebuah pertemuan internal yang dihadiri para pelatih, atlet, dan pengurus organisasi. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pencak silat tidak boleh dijadikan sekadar ajang perburuan medali, melainkan harus dipertahankan sebagai warisan budaya yang autentik ketika bersaing di panggung Olimpiade.

Presiden Prabowo Ingatkan Nilai Budaya

Prabowo mengingatkan bahwa pencak silat telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda pada tahun 2019, sehingga tugas utama IPSI adalah melestarikan nilai-nilai tradisional, filosofi, dan teknik asli yang telah diwariskan turun‑menurun. Menurutnya, upaya mempertahankan kemurnian seni bela diri ini sekaligus menegaskan identitas bangsa pada ajang internasional.

Baca juga:

Ia menambahkan, “Kita tidak boleh terobsesi pada medali semata. Medali memang penting, tetapi jika pencak silat kehilangan jati dirinya, kita akan kehilangan lebih dari sekadar piala—kita kehilangan budaya.” Pernyataan tersebut disampaikan menjelang persiapan tim nasional pencak silat yang akan berkompetisi di Olimpiade Paris 2024, yang diproyeksikan menjadi kesempatan pertama atau kedua bagi olahraga tradisional Indonesia untuk tampil di panggung Olimpiade.

Dalam menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum IPSI, Joko Widodo (bukan presiden), menyatakan dukungan penuh kepada Presiden. Ia menegaskan bahwa kurikulum pelatihan akan direvisi untuk menekankan aspek kebudayaan, termasuk gerakan tradisional, nilai spiritual, serta etika dalam berkompetisi. “Kami akan menyeimbangkan antara peningkatan prestasi sportivitas dengan pelestarian nilai budaya,” ujarnya.

Baca juga:

Para pelatih dan atlet pun menyambut baik kebijakan ini. Mereka mengakui bahwa selama bertahun‑tahun fokus utama tim adalah pencapaian prestasi internasional, sehingga ada kecenderungan mengadaptasi teknik dari bela diri lain yang dianggap lebih “modern”. Dengan arahan baru, mereka berkomitmen mengintegrasikan elemen‑elemen tradisional seperti sabuk tradisional, musik gamelan, dan seragam batik dalam proses latihan dan kompetisi.

Langkah ini juga diharapkan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia. Bila pencak silat tampil dengan keaslian budaya yang kuat, penonton internasional tidak hanya menyaksikan pertarungan fisik, melainkan juga sebuah pertunjukan seni yang mengandung makna filosofis. Hal tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pelopor olahraga tradisional yang berhasil menembus kancah Olimpiade.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pesan Prabowo menandai perubahan paradigma dalam pengelolaan olahraga tradisional di Indonesia. Ia menekankan bahwa kemenangan sejati terletak pada kemampuan menampilkan kebudayaan secara autentik sambil tetap bersaing secara sportif. Dengan komitmen IPSI untuk menjaga kemurnian pencak silat, harapan akan medali tetap ada, namun tidak lagi menjadi satu‑satunya ukuran kesuksesan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *