Olahraga
Beranda » Berita » KONI Pusat Tekankan Evaluasi dan Target Baru bagi PB Muaythai Indonesia di Rakernas 2026

KONI Pusat Tekankan Evaluasi dan Target Baru bagi PB Muaythai Indonesia di Rakernas 2026

KONI Pusat Tekankan Evaluasi dan Target Baru bagi PB Muaythai Indonesia di Rakernas 2026
KONI Pusat Tekankan Evaluasi dan Target Baru bagi PB Muaythai Indonesia di Rakernas 2026

Media Pendidikan – 11 April 2026 | Jakarta, 10 April 2026 – Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan arahan strategis kepada Persatuan Bulutangkis Muaythai Indonesia (PB Muaythai Indonesia) dalam rapat kerja nasional (Rakernas) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta. Dalam sambutan resmi, Marciano menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh serta penetapan target baru menjelang PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara.

Prestasi Terbaru dan Apresiasi KONI

Marciano membuka pertemuan dengan mengapresiasi pencapaian PB Muaythai Indonesia pada SEA Games Thailand 2025, di mana atlet Indonesia berhasil mengoleksi satu medali perak dan empat medali perunggu. Ia juga memuji partisipasi muaythai dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh‑Sumatra Utara 2024, dimana tim provinsi Jawa Timur meraih gelar juara umum, diikuti oleh Jawa Barat dan Aceh.

Baca juga:

Fokus pada PON Bela Diri 2026

Dalam rapor Rakernas, Marciano meminta pembahasan mendalam mengenai kesiapan PB Muaythai Indonesia menyongsong PON Bela Diri 2026. Ia menegaskan bahwa persiapan harus mengacu pada standar kompetisi internasional, khususnya model Thailand yang menjadi acuan utama muaythai dunia. Namun, ia menekankan adaptasi budaya Indonesia agar tercipta “Muay Indonesia” yang khas.

Selanjutnya, Marciano mengingatkan semua pihak untuk mematuhi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. “Jangan bergerak liar di luar AD/ART. Atlet tidak boleh menjadi korban karena konflik internal pengurus. Organisasi ini besar karena diperkuat oleh orang‑orang yang tidak pernah lelah berkarya untuk Indonesia,” tegasnya.

Baca juga:

Dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan dukungan penuh terhadap arahan KONI Pusat. Menpora berharap Rakernas menjadi wadah introspeksi dan penataan ulang muaythai Indonesia. “Arahan dari KONI Pusat konkret, fokus PON Bela Diri, dan fokus AD/ART untuk payung hukumnya. Kita harus bisa seperti Thailand, diadaptasi ke budaya Indonesia yang menjadi Muay Indonesia,” ujar Erick Thohir.

Dorongan dari Ketua NOC Indonesia

Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC Indonesia, menambahkan pentingnya meningkatkan frekuensi pertandingan untuk mengurangi dinamika organisasi yang berpotensi menimbulkan konflik. “Semakin banyak pertandingan, dinamika organisasi akan berkurang,” katanya.

Baca juga:

Visi PB Muaythai Indonesia ke Depan

Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengajak seluruh anggota bersiap menghadapi agenda besar, termasuk PON Bela Diri 2026, Kejuaraan Nasional, serta persiapan Road to SEA Games Malaysia 2027. La Nyalla menargetkan dua medali emas pada ajang mendatang, sekaligus menegaskan kesiapan organisasi dalam menyongsong tantangan baru.

Secara keseluruhan, Rakernas PB Muaythai Indonesia 2026 menjadi momentum penting untuk meninjau pencapaian, memperkuat tata kelola, dan menetapkan target ambisius yang selaras dengan visi nasional dalam mengembangkan olahraga bela diri tradisional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *