Media Pendidikan – 09 April 2026 | Jakarta berhasil menempati peringkat kedua sebagai kota paling aman di kawasan ASEAN dalam laporan Global Residence Index 2026, mengungguli Bangkok dan menempati posisi tepat di belakang Singapura.
Skor dan Peringkat
Laporan tersebut mencatat Jakarta memperoleh skor 0,72, sementara Singapura memimpin dengan skor 0,90. Bangkok berada di peringkat ketiga dengan skor 0,65, diikuti Vientiane (0,61), Hanoi (0,60) dan Kuala Lumpur (0,57). Pencapaian ini menandai perubahan signifikan karena sebelumnya Jakarta berada di bawah ketiga kota tersebut.
Pernyataan Gubernur DKI
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan keterkejutannya atas hasil ini. “Saya juga kaget. Jakarta yang dulu berada di bawah Bangkok, Manila, dan Kuala Lumpur, sekarang berada di posisi kedua setelah Singapura,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh Antara. Menurut Pramono, keberhasilan ini tidak lepas dari upaya menjaga keamanan dan keharmonisan selama beragam perayaan keagamaan, mulai dari Natal, Cap Go Meh, Ramadan, Idul Fitri, hingga Nyepi.
Ia menekankan bahwa keberagaman budaya menjadi kekuatan utama yang menciptakan suasana kondusif di ibu kota. “Ini menunjukkan kekuatan keberagaman di Jakarta dan menjadi simbol kota ini,” tambahnya.
Metodologi Global Residence Index
Indeks menilai tingkat keamanan kota melalui beberapa indikator, antara lain persepsi keamanan publik, tingkat pembunuhan, stabilitas politik, risiko keamanan, potensi bencana alam, tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas, serta konflik besar. Penilaian tersebut memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keamanan dan kenyamanan bagi penduduk serta ekspatriat.
Implikasi bagi Jakarta
Dengan peringkat ini, Jakarta diharapkan dapat memperkuat citra sebagai kota yang aman dan nyaman, meningkatkan daya tarik bagi investor, wisatawan, serta tenaga kerja terampil dari kawasan regional dan global. Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan standar keamanan, mengatasi tantangan lalu lintas, serta memperkuat mitigasi bencana alam.
Pramono Anung menutup dengan catatan bahwa meskipun prestasi ini membanggakan, upaya peningkatan keamanan harus terus berkelanjutan. “Kita harus tetap waspada dan terus berinovasi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, pencapaian Jakarta sebagai kota paling aman kedua di ASEAN menandai langkah penting dalam perjalanan kota menuju status metropolis kelas dunia, sekaligus menegaskan peran penting keberagaman dan tata kelola yang responsif.


Komentar