Media Pendidikan – 19 Mei 2026 | Pegiat sosial Priyo Pamungkas Kustiadi dari Indonesia Youth Awakening Center (IYAC) menyoroti maraknya kasus kekerasan di pondok pesantren sebagai ancaman yang serius. Fenomena ini tidak hanya mengancam keselamatan anak dan remaja, namun berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan moral dan keagamaan.
Priyo menambahkan bahwa kasus kekerasan di pesantren bukan hanya terjadi dalam bentuk fisik, tetapi juga meliputi aspek psikologis dan emosional. Ia mencontohkan bahwa anak-anak yang mengalami kekerasan di pesantren mungkin akan mengalami stres, depresi, dan trauma yang berkepanjangan.
Oleh karena itu, Priyo menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kekerasan di pesantren dan membangun sistem pendukung yang lebih kuat untuk melindungi anak-anak dan remaja dari kekerasan. Ia juga menyarankan agar pemerintah dan lembaga keagamaan meningkatkan pengawasan dan pengendalian atas peran pesantren dalam masyarakat.
Di akhirnya, Priyo mengingatkan bahwa kekerasan di pesantren bukan hanya merupakan masalah individual, tetapi juga mempengaruhi kepercayaan publik terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan moral dan keagamaan. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan serius untuk mengatasi permasalahan ini dan membangun kepercayaan kembali terhadap pesantren.


Komentar