Media Pendidikan – 06 Mei 2026 | Pelatih peracik Persita Tangerang, Carlos Pena, memberikan penjelasan resmi mengenai kekalahan timnya dari Borneo FC pada pekan ke-31 Liga Super Indonesia. Pertandingan yang digelar pada Selasa, 5 Mei 2024 malam WIB di Stadion Segiri, Samarinda, berakhir dengan hasil yang tidak menguntungkan bagi Persita.
Pertandingan tersebut menjadi sorotan utama karena menandai penampilan kritis Persita di kandang lawan. Borneo FC, yang bermain di lapangan sendiri, berhasil memanfaatkan tekanan dan kecepatan serangan mereka, sementara Persita tampak kesulitan menahan alur permainan lawan. Pena menilai bahwa kegagalan dalam mengontrol lini pertahanan menjadi faktor utama yang menyebabkan timnya kebobolan.
Selain masalah defensif, Pena juga menyoroti kurangnya intensitas pressing pada fase kehilangan bola. “Kami terlalu pasif ketika kehilangan bola, memberi ruang bagi lawan untuk membangun serangan balik,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa peningkatan kerja keras dalam tekanan tinggi menjadi prioritas utama dalam latihan mendatang.
Pena menutup penjelasannya dengan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh. Ia berjanji akan mengadakan sesi taktik khusus untuk memperbaiki kekurangan tersebut dan menyiapkan tim lebih siap menghadapi sisa kompetisi. “Kami akan bekerja keras untuk memperbaiki semua aspek yang lemah, terutama di pertahanan, agar dapat kembali bersaing di level tertinggi,” pungkasnya.
Kekalahan ini meninggalkan pertanyaan mengenai langkah selanjutnya Persita Tangerang dalam menanggapi tekanan klasemen. Dengan sisa pertandingan yang masih panjang, harapan tetap tinggi bagi tim untuk bangkit kembali, asalkan perbaikan taktik dan mentalitas dapat segera diterapkan.


Komentar