Media Pendidikan – 01 Mei 2026 | Seorang pejabat federasi sepak bola Iran tidak dapat memasuki pertemuan FIFA yang dijadwalkan di Zurich, Swiss, pada 12‑14 Mei 2026. Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menegaskan bahwa penolakan tersebut terjadi tanpa disengaja.
Pertemuan FIFA, yang dikenal sebagai forum tahunan bagi 211 asosiasi anggota sepak bola dunia, berlangsung di pusat konferensi Internasional Zurich. Pada hari pertama acara, petugas keamanan menolak akses seorang delegasi dari Federasi Sepak Bola Iran, meskipun dokumen perjalanan dan undangan resmi telah diserahkan sebelumnya.
Menanggapi insiden itu, Anand menjelaskan, “Ini bukan keputusan yang disengaja; kami sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang terjadi dan sedang meninjau prosedur keamanan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Ottawa pada 1 Mei 2026, sebelum pertemuan resmi FIFA dimulai.
FIFA sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab pencekalan tersebut. Namun, penyelenggara menegaskan pentingnya keamanan dan kepatuhan pada protokol imigrasi host negara. Menurut data FIFA, Zurich menampung delegasi dari lebih dari 190 negara pada konferensi ini, dengan total peserta mencapai sekitar 3.000 orang, termasuk pejabat, pelatih, dan pemain.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang koordinasi antar‑negara dalam acara internasional berskala besar. Pemerintah Kanada mengklaim bahwa semua dokumen visa dan izin masuk telah diproses secara normal, namun suatu kesalahan administratif pada tahap verifikasi akhir menjadi faktor pemicu penolakan akses.
Meski belum ada komentar resmi dari Federasi Sepak Bola Iran, perwakilan mereka diperkirakan akan mengajukan permohonan untuk hadir pada sesi berikutnya, mengingat pentingnya partisipasi dalam keputusan kebijakan global sepak bola.
Ke depan, FIFA berjanji akan memperketat koordinasi dengan kedutaan besar negara tuan rumah guna memastikan tidak terjadi lagi penolakan yang tidak terduga. Sementara itu, hubungan diplomatik antara Kanada dan Iran tetap menjadi sorotan, mengingat kedua negara memiliki sejarah hubungan yang kompleks.


Komentar