Media Pendidikan – 30 April 2026 | Jakarta, RRI.CO.ID – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi memperluas jangkauan ekosistem koperasinya dengan menargetkan dunia sepak bola. Melalui serangkaian sosialisasi dan bimbingan teknis, LPDB mengajak perwakilan perkumpulan suporter dan pengurus klub dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mendirikan koperasi suporter sebagai wadah penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Strategi Mengubah Loyalitas Fans Menjadi Kekuatan Ekonomi
Direktur Utama LPDB Koperasi, Deva Rachman, menekankan bahwa suporter sepak bola memiliki karakteristik unik: loyalitas tinggi, jaringan luas, serta aktivitas ekonomi yang sudah ada di luar stadion. Ia menjelaskan, “Fans sepak bola banyak sekali, banyak hal yang bisa dikembangkan seperti ticketing, event, merchandise, nonton bareng, bahkan bisa ada cafe juga,” ujar Deva. Dengan model koperasi, potensi tersebut dapat diorganisir secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat langsung bagi anggotanya.
Deva juga menyoroti keunggulan tarif layanan LPDB dibandingkan perbankan konvensional. “Kami lebih terjangkau, tidak ada biaya administrasi, provisi, atau penalti pelunasan cepat. Syaratnya tetap ada agunan,” tambahnya, menegaskan bahwa LPDB menyediakan modal kerja hingga lima tahun dan investasi hingga sepuluh tahun tanpa beban biaya tambahan.
Perwakilan perkumpulan suporter, Sekretaris Umum The Jak Mania, Muhammad Aditya Putra, menyambut inisiatif ini dengan antusias. “Potensi ekonomi di lingkup suporter sangat besar. Sudah seharusnya pemerintah, lewat LPDB Koperasi, memberi panduan yang kami sangat hargai,” katanya.
Sementara itu, Syifa Nadhila, Operator Liga Indonesia (I‑League), menegaskan dukungan liga terhadap pembentukan koperasi suporter. “I‑League memiliki basis suporter yang fanatis di seluruh Indonesia. Kerjasama dengan LPDB memungkinkan mereka memanfaatkan keanggotaan secara lebih terstruktur dan produktif,” ungkapnya.
Langkah ini tidak hanya berhenti pada sepak bola. Deva menambah bahwa sektor olahraga lain seperti bulutangkis, basket, dan cabang olahraga lainnya juga menjadi target potensial untuk model koperasi serupa. “Kami berharap koperasi suporter dapat meningkatkan posisi tawar mereka, menarik lebih banyak anak muda, dan memperluas jaringan fans club yang jumlahnya jauh melebihi suporter terdaftar,” pungkas Deva.
Secara keseluruhan, inisiatif LPDB Koperasi mencerminkan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan komunitas olahraga ke dalam roda perekonomian nasional, menjadikan semangat militan di tribun sebagai motor penggerak usaha produktif yang berkelanjutan.


Komentar