Ekonomi
Beranda » Berita » Pertamina Tetap Jaga Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95, Daya Beli Masyarakat Terlindungi

Pertamina Tetap Jaga Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95, Daya Beli Masyarakat Terlindungi

Pertamina Tetap Jaga Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95, Daya Beli Masyarakat Terlindungi
Pertamina Tetap Jaga Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95, Daya Beli Masyarakat Terlindungi

Media Pendidikan – 18 April 2026 | Jakarta, 18 April 2026Pertamina mengumumkan keputusan penting untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax 92 dan Pertamax Green 95. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menjaga daya beli konsumen di tengah tekanan inflasi yang masih dirasakan oleh masyarakat luas.

Pengumuman resmi tersebut disampaikan pada hari Senin melalui pernyataan pers resmi perusahaan. Menurut pihak Pertamina, stabilitas harga BBM menjadi prioritas utama agar konsumsi energi tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kami berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM,” ujar juru bicara Pertamina dalam konferensi pers.

Baca juga:

Latar Belakang Keputusan

Selama beberapa kuartal terakhir, harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global, nilai tukar rupiah, dan kebijakan fiskal pemerintah. Meskipun terjadi tekanan harga di pasar internasional, Pertamina memilih untuk menahan kenaikan harga dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan biaya operasional transportasi, industri, serta kebutuhan rumah tangga yang sangat bergantung pada bahan bakar ini.

Keputusan tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menahan laju inflasi, terutama pada sektor energi. Dengan mempertahankan harga BBM, diharapkan konsumsi energi tidak akan terhambat, sehingga pertumbuhan ekonomi tetap dapat berlanjut tanpa beban biaya tambahan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Baca juga:

Selain itu, Pertamina menegaskan bahwa tidak ada perubahan tarif subsidi pada BBM bersubsidi, sehingga konsumen dapat tetap menikmati harga yang sudah ditetapkan sebelumnya. Pada saat yang sama, perusahaan tetap memantau kondisi pasar secara ketat untuk memastikan bahwa keputusan ini tidak menimbulkan ketidakseimbangan pasokan.

Para analis ekonomi menilai langkah ini sebagai respons yang tepat terhadap situasi makroekonomi saat ini. Mereka menyoroti bahwa harga BBM yang stabil dapat menurunkan tekanan inflasi inti, yang pada gilirannya membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga barang kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga:

Dalam jangka menengah, Pertamina berencana untuk terus mengoptimalkan rantai pasok dan meningkatkan efisiensi operasional guna memastikan ketersediaan BBM yang cukup di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini diharapkan akan mendukung stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk-produk energi dalam negeri.

Keputusan tidak menaikkan harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pertamina untuk tetap menjadi penyedia energi utama yang dapat diandalkan, sekaligus berperan dalam menjaga kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *