Media Pendidikan – 10 April 2026 | Surabaya, Jatim.jpnn.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menegaskan tekadnya untuk mengantarkan provinsi tersebut kembali ke puncak prestasi nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) pada ajang 2026. Setelah berhasil menorehkan tiga gelar juara umum secara beruntun, atau yang kerap disebut “hattrick”, Khofifah menyingkap strategi utama yang menjadi kunci keberhasilan tersebut dan menyiapkan langkah konkret untuk meraih gelar keempat.
Rekam Jejak Hattrick LKS Jawa Timur
Sejak pertama kali meraih juara umum pada LKS tingkat nasional, Jawa Timur terus memperkuat posisinya dengan meraih gelar secara berurutan selama tiga tahun berturut‑turut. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah provinsi, dinas pendidikan, serta jaringan sekolah dan lembaga pelatihan yang terlibat aktif dalam program persiapan kompetisi.
Program pembinaan yang difokuskan pada peningkatan kualitas guru, penyediaan fasilitas laboratorium modern, serta penyusunan materi latihan yang sesuai dengan standar kompetisi menjadi fondasi utama. Selain itu, kebijakan pemberian insentif bagi siswa berprestasi dan penguatan kerja sama dengan industri lokal turut menambah motivasi dan relevansi materi kompetisi.
Rahasia di Balik Kesuksesan
Khofifah mengungkapkan bahwa keberhasilan tiga kali berturut‑turut tidak semata‑mata hasil kebetulan, melainkan hasil perencanaan jangka panjang yang dimulai sejak 2019. “Kami melakukan audit menyeluruh terhadap kurikulum dan fasilitas pendidikan, serta mengidentifikasi gap kompetensi yang harus ditutup,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Pemprov Jawa Timur.
Beberapa langkah strategis yang diungkap meliputi:
- Pemetaan kompetensi: Analisis kompetensi yang dibutuhkan pada masing‑masing bidang LKS, mulai dari sains, teknologi, hingga bahasa.
- Pembinaan guru: Pelatihan intensif bagi guru pembimbing kompetisi dengan melibatkan pakar nasional dan internasional.
- Laboratorium terintegrasi: Pembangunan laboratorium terpadu di tiap kabupaten yang dilengkapi peralatan terbaru.
- Program beasiswa kompetisi: Penyaluran beasiswa khusus bagi siswa berpotensi tinggi untuk mengikuti pelatihan tambahan.
Target Gelar Keempat pada LKS 2026
Melihat hasil positif dari tiga gelar juara, pemerintah provinsi menyiapkan agenda baru yang lebih ambisius. Target utama adalah mengukir gelar keempat pada LKS 2026, dengan fokus pada peningkatan partisipasi siswa dari daerah‑daerah terpencil.
Rencana aksi meliputi:
- Ekspansi jaringan laboratorium ke 30 kabupaten, termasuk wilayah paling tertinggal.
- Peningkatan alokasi anggaran pendidikan khusus kompetisi sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- Pengembangan platform digital pembelajaran kompetisi yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh siswa di Jawa Timur.
- Kolaborasi dengan perguruan tinggi lokal untuk menyelenggarakan workshop dan simulasi kompetisi secara reguler.
Khofifah menekankan pentingnya peran semua pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah, orang tua, hingga sektor swasta, untuk bersama‑sama menciptakan ekosistem yang mendukung prestasi siswa di kancah nasional.
Dengan menargetkan gelar keempat, Jawa Timur berharap tidak hanya menambah prestasi, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat bersaing di pasar kerja global. “Setiap kali kita berhasil, itu bukan hanya kebanggaan provinsi, melainkan investasi masa depan bagi generasi muda kita,” tutup Khofifah.


Komentar